Cloud Computing

Hallo teman-teman, kembali dengan saya, kali ini saya akan membahas mengenai Cloud Computing atau komputasi awan. Bagi sebagian orang pasti jarang mendengar atau sama sekali tidak pernah mendengar mengenai Cloud Computing ini. Bagi yang belum tahu, Cloud Computing merupakan kombinasi pemanfaatan teknologi komputer dengan jaringan internet. Sebutan cloud sendiri merupakan sebuah istilah yang diberikan pada teknologi jaringan internet.

Jenis-jenis Cloud Computing

Software as a Service (SaaS)

SaaS adalah salah satu layanan dari Cloud Computing dimana kita tinggal memakai software (perangkat lunak) yang telah disediakan. User hanya tahu bahwa perangkat lunak bisa berjalan dan bisa digunakan dengan baik.

Contoh, layanan email publik (Gmail, YahooMail, Hotmail), social network (Facebook, Twitter, LinkedIn) instant messaging (Yahoo Messenger, Skype, Line, WhatsApp) dan masih banyak lagi yang lain.

Dalam perkembangan-nya, banyak perangkat lunak yang dulu hanya kita bisa nikmati dengan menginstall aplikasi tersebut di komputer kita (on-premise) mulai sekarang bisa kita nikmati lewat Cloud Computing. 

Keuntungan-nya, kita tidak perlu membeli lisensi dan tinggal terkoneksi ke internet untuk memakai-nya. Contoh, Microsoft Office yang sekarang kita bisa nikmati lewat Office 365, Adobe Suite yang bisa kita nikmati lewat Adobe Creative Cloud.

Platform as a Service (PaaS)

PaaS adalah layanan dari Cloud Computing kalau kita analogikan dimana kita menyewa “rumah” berikut lingkungan-nya (sistem operasi, network, database engine, framework aplikasi, dll), untuk menjalankan aplikasi yang kita buat.

Kita tidak perlu pusing untuk menyiapkan “rumah” dan memelihara “rumah” tersebut. Yang penting aplikasi yang kita buat bisa berjalan dengan baik di “rumah” tersebut. Untuk pemeliharaan “rumah” ini menjadi tanggung jawab dari penyedia layanan.

Sebagai analogi, misal-nya kita sewa kamar hotel, kita tinggal tidur di kamar yang sudah kita sewa, tanpa peduli bagaimana “perawatan” dari kamar dan lingkungan-nya. Yang penting, kita bisa nyaman tinggal di kamar itu, jika suatu saat kita dibuat tidak nyaman, tinggal cabut dan pindah ke hotel lain yang lebih bagus layanan-nya.

Contoh penyedia layanan PaaS ini adalah: Amazon Web Service, Windows Azure  bahkan tradisional hosting-pun merupakan contoh dari PaaS.

Keuntungan dari PaaS adalah kita sebagai pengembang bisa fokus pada aplikasi yang kita buat, tidak perlu memikirkan operasional dari “rumah” untuk aplikasi yang kita buat.

Infrastructure as a Service (IaaS)

IaaS adalah layanan dari Cloud Computing dimana kita bisa “menyewa” infrastruktur IT (komputasi, storage, memory, network). Kita bisa definisikan berapa besar-nya unit komputasi (CPU), penyimpanan data (storage), memory (RAM), bandwith, dan konfigurasi lain-nya yang akan kita sewa.

Mudah-nya, IaaS ini adalah menyewa komputer virtual yang masih kosong, dimana setelah komputer ini disewa kita bisa menggunakan-nya terserah dari kebutuhan kita. Kita bisa install sistem operasi dan aplikasi apapun diatas-nya.

Contoh penyedia layanan IaaS ini adalah:Amazon EC2, Windows Azure (soon), TelkomCloud, BizNetCloud, dan sebagainya.

Keuntungan dari IaaS ini adalah kita tidak perlu membeli komputer fisik, dan konfigurasi komputer virtual tersebut bisa kita rubah (scale up/scale down) dengan mudah. Sebagai contoh, saat komputer virtual tersebut sudah kelebihan beban, kita bisa tambahkan CPU, RAM, Storage dan lainnya dengan segera.

Mungkin itu saja pembahasan singkat mengenai Computing Cloud, semoga bermanfaat bagi kalian semua. See yaa >.<

Sumber :
https://www.progresstech.co.id/blog/jenis-cloud/

VPN (Virtual Private Network)

Hallo teman-teman, kembali lagi dengan saya, kal ini saya akan membahas mengenai VPN. Di jaman sekarang, sudah banyak orang yang tau bahkan memakai layanan VPN ini, seperti untuk bermain game atau browsing web yang di blokir oleh ISP yang mereka pakai. Untuk yang belum tahu, VPN adalah sebuah layanan koneksi yang dapat memberikan akses ke website secara aman dan pribadi dengan mengubah jalur koneksi melalui server dan menyembunyikan pertukaran data yang terjadi.

Contohnya, misalkan kita ingin mengakses sebuah website, namun website tersebut di blokir oleh ISP yang kita pakai. Dengan menggunakan VPN, misalkan menggunakan VPN Singapura, jadi saat ingin mengirim data ke website tersebut dari kita mengirim ke ISP lalu ke VPN Singapura tersebut baru masuk ke website yang di blokir tersebut.

Jenis-jenis VPN berdasarkan Protokol

1. Point-to-Point Transfer Protocol (PPTP)

PPTP adalah protokol yang paling populer dan didukung oleh banyak perangkat, yang paling mudah untuk menginstal, dan overhead setidaknya untuk digunakan. Kelemahan untuk menggunakan PPTP adalah bahwa ia menggunakan kunci enkripsi yang lemah (128 bit) sehingga tidak boleh digunakan dengan transfer data sensitif.

2. Layer 2 Transfer Protocol (L2TP)

L2TP dengan sendirinya tidak jauh berbeda dari PPTP karena mengandalkan titik ke titik protokol untuk menghubungkan. L2TP tidak aman dengan sendirinya dan sering dipasangkan dengan metode enkripsi luar protokol seperti IPSec dan 3DES. Menambahkan enkripsi ke protokol ini memberikan overhead yang lebih tinggi dibandingkan dengan protokol lain.

3. Internet Protocol Security (IPSec)

Internet Protocol Security – IPSec adalah dipercaya enkripsi dan tunneling protokol yang menggunakan enkripsi pada lalu lintas IP melalui terowongan yang diberikan. Kerugian untuk IPSec mungkin memakan waktu instalasi klien.

4. Internet Key Exchange (IKEv2)

Dalam komputasi, Internet Key Exchange (IKE, kadang-kadang IKEv1 atau IKEv2, tergantung pada versi) adalah protokol yang digunakan untuk mendirikan sebuah asosiasi keamanan (SA) di IPsec protokol. IKE dibangun berdasarkan protokol Oakley dan ISAKMP.

5. Routing Protocols (MPLS/BGP)

Multi-Protocol Label Switching (MPLS) tidak cocok digunakan oleh pengguna biasa sebaliknya sangat ideal untuk perusahaan atau bisnis dengan koneksi situs ke situs (site-to-site). Semua konfigurasi dilakukan di tingkat jaringan sehingga pengguna akhir akan melihat koneksi jaringan yang nyata saja.

6. Secure Socket Tunneling Protocol (SSTP)

SSTP adalah bentuk terowongan VPN yang menyediakan mekanisme untuk mengangkut PPP atau L2TP [rujukan?] Lalu lintas melalui SSL / TLS saluran. SSL / TLS memberikan keamanan transportasi tingkat dengan kunci-negosiasi, enkripsi dan integritas lalu lintas memeriksa.

7. SSL-VPN

Bentuk VPN yang dapat digunakan dengan browser Web standar. Berbeda dengan VPN tradisional Internet Protocol Security (IPsec), SSL VPN tidak memerlukan instalasi perangkat lunak klien khusus di komputer pengguna akhir.

Jenis-jenis VPN berdasarkan Infrastruktur

1. Access VPN 

Access VPN atau Virtual Private Dial-Up Network (VPDN) adalah koneksi user-to-LAN yang digunakan sebuah perusahaan untuk para pekerjaanya yang membutuhkan koneksi ke jaringan mereka dari berbagai lokasi remote. Remote Access VPN memungkinkan pekerja untuk mengakses data-data dan segala sumber daya dimanapun mereka berada.

2. Intranet VPN 

Intranet VPN atau site to site VPN merupakan VPN yang digunakan untuk menghubungkan antara kantor pusat suatu perusahaan dengan kantor cabang atau kantor pembantu melalui shared network menggunakan koneksi yang permanen (dedicated). Tujuan penggunaan intranet VPN agar administrative control berada sepenuhnya di bawah satu kendali.

3. Extranet VPN 

Extranet VPN merupakan VPN yang digunakan untuk menghubungkan antara kantor dengan pihak luar seperti pelanggan, suplier, rekan bisnis, atau suatu komunitas ke dalam jaringan internal dengan menggunakan koneksi Dedicated. Dengan adanya Extranet VPN perusahaan-perusahaan yang terlibat dapat berkomunikasi serta bertukar informasi secara cepat, mudah, tapi dalam sistem keamanan yang terjamin.

Ya sekian penjelasan singkat mengenai VPN, mungkin dengan artikel ini dapat membuat kalian lebih banyak mengetahui VPN. See yaa >.<

Sumber :
https://netly.win/282217/jenis-jenis-vpn-berdasarkan-protocol/
https://www.kajianpustaka.com/2018/01/fungsi-jenis-dan-protokol-vpn-virtual-private-network.html

Konfigurasi VestaCP di Debian 9

Hallo teman-teman. Kembali lagi dengan saya admin Njas. Kali ini saya akan menjelaskan mengenai bagaimana cara konfigurasi VestaCP di debian 9. Berikut adalah langkah-langkahnya.

1.Nyalakan debian 9 terlebih dahulu di virtual box kalian.

2.Setting IP sesuai dengan kebutuhan dengan perintah “nano /etc/network/interfaces”.

3.Dikarenakan untuk menginstall vestacp memerlukan jaringan internet, maka laptop harus terhubung ke internet atau wifi. Lalu, setting IP debian nya seperti dibawah ini.

Kalian juga bisa mengkonfigurasikan nya dengan IP static tetapi harus harus satu network dengan IP yang terhubung dengan laptop tersebut. Setelah itu tekan Ctrl + X –> Y –> Enter.

4.Setelah itu restart interfaces nya dengan perintah “/etc/init.d/networking restart”.

5. Jika sudah, pada virtual box. Pilih Devices –> Network –> Network settings..

6.Pada Adapter 1, pilih Bridged Adapter lalu pilih adapter yang terhubung ke internet tersebut. Seperti dibawah ini.

Lalu klik OK.

7.Lalu uji coba ping ke google.com pada debian.

8.Jika sudah bisa, selanjutnya ubah repository lokal pada debian dengan beberapa perintah berikut:
cd /etc/apt
mv sources.list sources.list_BAK

nano /etc/apt/sources.list

Lalu tambahkan script berikut di dalam file sources.list

Lalu tekan Ctrl + X –> Y –> Enter.

9.Setelah itu update repository lokalnya dengan perintah “apt-get update -y”.

10. Selanjutnya ketik perintah “apt-get install curl net-tools -y”.

11. Jika sudah semuanya, lanjutkan untuk mengintall vestacp nya. Sebelum itu, download script nya terlebih dahulu dengan perintah “curl -O http://vestacp.com/pub/vst-install.sh&#8221;.

Setelah itu install vestacp nya dengan perintah “bash vst-install.sh”.

Lalu akan muncul tampilan seperti di bawah ini.

Pada “Would you like to continue [y/n] :” ketik “y” lalu enter.
Di “Please enter admin email address :” isi dengan email kalian lalu tekan enter.
Untuk selanjutnya tekan enter saja.

Setelah proses intalasi selesai, akan muncul tampilan username dan password untuk masuk ke vestacp nya nanti.

12. Untuk masuk ke login vestacp, gunakan IP debian tersebut dengan menambahkan port :8083 pada web browser anda. Tetapi, sebelum itu kalian harus mengubah settingan IP nya menjadi static dan merubah Adapter 1 nya menjadi Host-Only Adapter.

Kemudian masuk ke login vestacp-nya.

13. Selesai.

Mungkin itu saja penjelasan mengenai cara konfigurasi VestaCP di debian 9. Jika ada yang belum dimengerti kalian bisa tulis di kolom komentar. Terima kasih. See yaaa >.<

Perbedaan Share Hosting, Virtual Private Server (VPS) dan Dedicated Server

Share Hosting

Share Hosting memungkinkan banyak situs web untuk menggunakan satu server. Biasanya, kalian tidak akan tahu dengan siapa atau situs web mana kalian berbagi sumber daya dengan server. Setiap pelanggan biasanya akan memiliki batasan jumlah total sumber daya server yang dapat mereka gunakan, tetapi ini akan ditentukan oleh paket hosting kalian.

Keuntungan dari Shared Hosting

  • Harga biasa untuk hosting ini hanya akan berkisar dari $ 2,99 – $ 9,99.
  • Sebagian besar perusahaan hosting memiliki beberapa tingkat hosting yang tersedia, sehingga kalian dapat meningkatkan paket hosting kalian seiring waktu. Ini menjadikan shared hosting tempat yang bagus untuk memulai.
  • Shared hosting biasanya dilengkapi dengan built-in cPanel, yang membuatnya mudah untuk mengelola situs kalian.
  • Tidak ada pemeliharaan teknis yang perlu dilakukan pada server kalian, karena ini biasanya termasuk dalam bagian dari paket hosting kalian.

Virtual Private Server (VPS)

Virtual private server (VPS) adalah server virtual yang pengguna anggap sebagai dedicated / server pribadi meskipun diinstal pada komputer fisik yang menjalankan beberapa sistem operasi. Virtual private server dapat terdiri dari perangkat lunak server Web, program Protokol Transfer File, program server mail dan berbagai jenis perangkat lunak aplikasi untuk blogging e-commerce.
VPS menghubungkan layanan hosting Web bersama dan layanan hosting khusus dengan mengisi kesenjangan di antara mereka. Karena VPS dapat memiliki salinan sistem operasinya sendiri, VPS memberi pengguna hak istimewa super-pengguna dalam sistem operasi. VPS memungkinkan pengguna untuk menginstal segala jenis perangkat lunak yang mampu berjalan pada sistem operasi itu.

Dedicated Server

Dedicated merupakan satu komputer dalam jaringan disediakan untuk melayani kebutuhan jaringan. Misalnya, beberapa jaringan mengharuskan satu komputer dikesampingkan untuk mengelola komunikasi antara semua komputer lainnya. Server khusus juga bisa berupa komputer yang mengelola sumber daya printer . Tetapi, tidak semua server didedikasikan. Di beberapa jaringan, dimungkinkan bagi komputer untuk bertindak sebagai server dan melakukan fungsi lainnya juga. Dalam bisnis hosting Web, server khusus biasanya merupakan layanan sewaan. Pengguna menyewa server, perangkat lunak, dan koneksi Internet dari host Web. Seperti Share Hosting dan VPS.

Sumber :
https://www.technopedia.com/

Control Panel Hosting

Pengertian

Control panel hosting merupakan suat aplikasi untuk mengatur atau megelola suatu layanan hosting berbasis web. Ini memungkinkan kalian untuk melakukan sebagian besar proses admin sistem yang kompleks hanya dengan beberapa klik dari antarmuka admin. Kalian bahkan dapat melakukan tugas-tugas lanjutan seperti migrasi server, perpindahan server web, dll. Hanya dalam beberapa klik.

Macam-macam Control Panel Hosting

1.cPanel

cPanel merupakan kontrol hosting berbasis Linux yang saat ini paling banyak digunakan. Karena, cPanel dianggap memiliki interface yang paling user friendly sehingga penggunaannya pun lebih mudah. Selain itu, cPanel juga menyediakan fitur-fitur yang sangat baik. Begitu pula dengan aspek security. cPanel sudah dilengkapi Brute Protection, IP Deny, Spam Assasin, dan berbagai fitur pendukung security lainnya.


2.Plesk

Alternatif berikutnya adalah Plesk. Katanya, Plesk hampir sama baiknya dengan cPanel dalam hal kecepatan, keamanan dan fitur. Di samping benar atau tidaknya pendapat ini, nyatanya Plesk lebih unggul di sisi kompatibilitas karena dia dapat digunakan untuk OS Windows dan Linux.


3.DirectAdmin

DirectAdmin merupakan kontrol panel berbasis grafik yang didesain untuk memudahkan user dalam administrasi website. Sayangnya, DirectAdmin hanya kompatibel dengan varian OS Linux tertentu. Di antaranya: RedHat, RedHat Enterprise Linux, Fedora Core, CentOS, FreeBSD, Ubuntu dan Debian.


4. Enkompass

Pilihan yang satu ini mungkin agak kurang familiar. Namun bila Kamu menggunakan server Windows, maka ekompass bisa jadi salah satu pilihan kontrol panel Kamu. Enkompass sendiri merupakan salah satu varian cPanel, namun secara khusus dibuat untuk server dengan OS Windows

Mail Server

Mail Server adalah sistem komputer yang mengirim dan menerima email. Dalam banyak kasus, server web dan server mail digabungkan dalam satu mesin. Namun, ISP besar dan layanan email publik (seperti Gmail dan Hotmail) dapat menggunakan perangkat keras khusus untuk mengirim dan menerima email.

Mail server mengirim dan menerima email menggunakan protokol email standar . Misalnya, protokol SMTP mengirim pesan dan menangani permintaan surat keluar. IMAP dan POP3 protokol menerima pesan dan digunakan untuk memproses surat masuk. Saat Anda masuk ke server email menggunakan antarmuka webmail atau klien email , protokol ini menangani semua koneksi di belakang layar.

Berikut adalah penjelasan mengenai beberapa protokol yang digunakan dalam mail server.
1. IMAP (Intenet Message Access Protocol)
IMAP merupakan salah satu protokol email yang sangat canggih. IMAP biasa digunakan oleh perusahaan penyedia layanan email berskala besar, misalnya Gmail atau Yahoo. Dan digunakan untuk mengirimkan email ke webmail client/local mail. Selain itu, protokol ini pun merupakan protokol dua arah sebagai perubahan yang dibuat pada local mail dan dikirimkan kembali ke server.
IMAP menawarkan kelebihan yang tidak ditawarkan protokol lain, yakni anda dapat mengakses email dengan mudah dari berbagai perangkat, juga dapat diakses melalui webmail atau mail client yang terpasang pada sistem operasi. Sayangnya ada sedikit kekurangan dari protokol ini, yang tidak bukan adalah beberapa layanan hosting tidak menyediakan IMAP untuk protokol email, sehingga email masuk otomatis tersimpan pada penyimpan server yang membuat kouta disk anda berkurang.
Secara default, IMAP kerap menggunakan 2 port, antara lain:
– Port 143: Port non enkripsi
– Port 993: Port SSL/TLS

2. POP3 (Post Office Protocol 3)
POP3 termasuk protokol email versi terbaru yang sekarang pun kerap digunakan oleh situs bisnis, dan korporasi lainnya. Hebatnya lagi, email masuk akan secara otomatis terunduh ke local mail tanpa menyimpannya di mail server. Akan tetapi sayang POP3 hanya bisa digunakan untuk komunikasi satu arah saja. Satu arah yang dimaksud disini yaitu anda dapat mengirim email, namun tidak bisa menerima email balasan. Artinya protokol ini hanya dapat digunakan untuk tujuan broadcast .
Seperti diketahui bahwa setiap mail server tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Begitu juga POP3 ini, kelebihannya yakni anda tidak perlu terhubung ke internet apabila email sudah didownload ke local mail. Otomatis itu juga membuat space penyimpanan mail server bisa lebih lapang.
Kekurangannya, jika anda mengunduh email di satu device, anda tidak bisa mengaksesnya dari device lain. Apabila ingin mengaksesnya, anda terpaksa harus mengunduhnya kembali. Akan tetapi yang cukup riskan adalah apabila folder local mail hilang atau terhapus, maka email secara otomatis akan hilang juga.
Secara default Port POP3 yang digunakan adalah:
– Port 110: Port non enkripsi
– Port 995: Port SSL/TLS

3. SMTP (Simple Mail Transfer Protocol)
Protokol ini sedikit berbeda dengan IMAP dan POP3. Sebab, SMTP digunakan untuk berkomunikasi dengan mail server yang fungsinya sebagai pengirim email ke server, lalu diteruskan ke mail server yang dituju agar email dapat diterima oleh user.
Secara default port SMTP yang digunakan ada dua, yaitu:
Port 25: Port non ekripsi
Port 465: Port SSL
Port 587: Port SSL/TLS

Sekian dari saya, kurang lebihnya mohon dimaafkan dan terima kasih. >.<

Sumber :
https://www.indoworx.com/pengertian-imap-pop3-dan-smtp/

Database Server

Pengertian

Sebelum saya menjelaskan mengenai apa itu database server, saya akan terlebih dahulu menjelaskan mengenai database itu sendiri.

Database adalah kumpulan data yang berbentuk suatu file yang saling berhubungan. Database juga bisa disebut sebagai tempat penyimpanan sebuah data yang berupa informasi.

Lalu, Database server itu sendiri adalah sebuah program komputer yang menyediakan layanan database untuk program komputer lain yang terhubung dengan server. Database server sendiri dalam TCP/IP memiliki port 1433.

Jenis-jenis Software Program Database Server

  1. MySQL
  2. ORACLE
  3. FIREBIRD
  4. Microsoft SQL Serve 2000
  5. Visual Foxpro 6.0
  6. Database Dekstop Paradox
  7. Postgre SQL
  8. Microsoft Access

Cara Kerja Database Server

Client-server model dapat diartikan sebagai model dari suatu sistem yang membagi proses sistem antara server yang mengolah database dan client yang menjalankan aplikasi. Database server mengurangi beban akses data oleh client pada server. Database dapat diakses oleh beberapa client secara bersamaan dimana data yang diakses hanya atau diubah berasal dari satu sumber yaitu database pada server. Server tersebut diakses baik melalui suatu “front end“ yang berjalan di komputer pengguna yang menampilkan data yang diminta atau “back end“ yang berjalan pada server dan menangani tugas-tugas seperti analisis data dan penyimpanan. Dalam model master slave, database server master adalah lokasi pusat dan utama data sementara database server budak disinkronisasi backup dari master bertindak sebagai proxy.

Mungkin itu saja penjelasan singkat mengenai database server. Semoga bermanfaat bagi kalian semua. See ya.. >.<

Sumber :
https://informatika13140987.wordpress.com/2015/11/18/database-server-ms-sql-server-dan-mysql-server/
http://intanstemapal24.blogspot.com/2014/08/pengertian-database-server.html

File Server

Hai teman-teman, kembali lagi dengan saya admin Njas. Kali ini saya akan membahas mengenai apa itu File Server. Tanpa basa-basi lagi, berikut adalah penjelasan singkat dari saya.

Pengertian

File Server adalah suatu komputer yang terhubung dengan suatu jaringan yang memiliki tujuan untuk menyediakan akses berbagi file computer yang dapat di akses oleh clien yang terhubung dengan jaringan yang sama.

File server bertugas mengontrol komunikasi dan informasi diantara node/komponen dalam suatu jaringan. Sebagai contoh mengelola pengiriman file database atau pengolah kata dari workstation atau salah satu node, ke node yang lain, atau menerima email pada saat yang bersamaan dengan tugas yang lain terlihat bahwa tugas file server sangat kompleks, dia juga harus menyimpan informasi dan membaginya secara cepat.

Keuntungan File Server

Fungsi dan manfaat file server Adalah hematnya penggunaan resources atau sumber daya, khususnya media penyimpanan. Selain itu, karena penyimpanan data dilakukan secara terpusat dan tidak tersebar pada beberapa mesin, maka penggunaan data menjadi lebih mudah dan aman.

Berbagi resources dalam jaringan untuk keperluan bersama—seperti misalnya berbagi printer atau data—bisa meningkatkan efektifitas kerja. Untuk melakukannya, setiap pengguna harus masuk atau login terlebih dahulu ke dalam jaringan, kemudian ia baru bisa mengakses resources yang dibagikan tersebut.

Mungkin itu saja dari saya. Kurang atau lebihnya mohon dimaafkan. Sekian dan terima kasih >.<

Sumber :
https://kinglearnit.blogspot.com/2017/12/pengertian-file-server.html

DNS Server

Haiiiiiiiiiiii!!!!!!… Kemabli lagi dengan saya admin Njas, disini saya akan membahas mengani hal yang berbeda. Ada yang tau? Ya, benar sekali DNS Server. Baiklah, tanpa basa-basi lagi, berikut adalah penjelasan singkat dari saya mengenai DNS Server. Let’s check out >.<

Pengertian

DNS (Domain Name System) Server adalah sebuah protokol internet yang berfungsi untuk mengubah alamat IP sebuah server menjadi sebuah domain atau sebaliknya. Contohnya, jika kalian ingin mengakses facebook.com, maka server DNS akan mentralasikan domain tersebut ke sebuah alamat IP tanpa sepengetahuan kalian agar dapat terhubung dengan facebook.com.

DNS juga mempermudah kalian dalam mencari sebuah website-website tertentu tanpa kalian harus menghapalkan masing-masing IP dari web server tersebut karena sudah dirubah menjadi domain oleh server DNS. Dalam TCP/IP, DNS menggunakan port 53.

Cara Kerja DNS Server

Sebelum mengetahui cara kerja DNS, perlu diketahui bahwa pengelola DNS terdiri dari 3 komponen, yaitu :

  1. DNS resolver : adalah klien yang merupakan komputer pengguna, pihak yang membuat permintaan DNS dari suatu program aplikasi
  2. Recursive DNS server : adalah pihak yang melakukan pencarian melalui DNS berdasarkan permintaan resolver, kemudian memberikan jawaban pada resolver tersebut.
  3. Authoritative DNS server : pihak yang memberikan respon setelah recursive melakukan pencarian. Respon dapat berupa sebuah jawaban maupun delegasi ke DNS server lainnya.

Cara kerjanya yaitu :

  1. DNS resolver melakukan pencarian alamat host pada file HOSTS. Jika alamat host yang dicari sudah ditemukan dan diberikan, maka proses selesai.
  2. DNS resolver melakukan pencarian pada data cache yang sudah dibuat oleh resolver untuk menyimpan hasil permintaan sebelumnya. Bila ada, kemudian disimpan dalam data cache lalu hasilnya diberikan dan selesai.
  3. DNS resolver melakukan pencarian pada alamat server DNS pertama yang telah ditentukan oleh pengguna.
  4. Server DNS ditugaskan untuk mencari nama domain pada cache-nya.
  5. Apabila nama domain yang dicari oleh server DNS tidak ditemukan, maka pencarian dilakukan dengan melihat file database (zones) yang dimiliki oleh server.
  6. Apabila masih tidak ditemukan, pencarian dilakukan dengan menghubungi server DNS lain yang masih terkait dengan server yang dimaksud. Jika sudah ditemukan kemudian disimpan dalam cache lalu hasilnya diberikan ke client (melalui web browser).

Mungkin itu saja penjelasan mengenai DNS Server dari saya. Sekian dan terima kasih >.<

Sumber :
https://www.nesabamedia.com/pengertian-fungsi-dan-cara-kerja-dns-pada-jaringan-komputer/

FTP Server

Hallo teman-teman, kembali lagi dengan saya admin Njas. Kali ini saya akan membahas mengenai FTP Server. Hah? FTP Server? Apaan tuh? Nah, bagi yang belum tahu, berikut adalah penjelasan singkat dari saya mengenai FTP Server. Enjoyyyy… >.<

Pengertian FTP Server

Sebelum ke pembahasan FTP Server, kita harus tau dulu apa itu FTP. FTP (File Transfer Protocol) adalah sebuah protokol internet yang digunakan untuk proses berbagi file antar server dengan client. Sedangkan FTP Server adalah sebuah server yang menyediakan layanan dari protokol FTP tersebut.

FTP memerlukan TCP/IP untuk dapat berfungsi. Dalam TCP/IP, FTP memiliki port 20 dan 21. FTP juga bekerja dengan protokol HTTP/HTTPS.

Cara Kerja FTP Server

Cara kerja FTP Server yaitu server akan mengirim file dengan membuat daftar seperti folder dimana client dapat mengambil dapat mengambil file-file tersebut. FTP Server memiliki dua mode koneksi yaitu aktif dan pasif.

Jika server memiliki mode koneksi aktif, client akan langsung dapat terhubung dengan server dan bisa mengakses FTP Server. Sedangkan server yang memiliki mode koneksi pasif, client bisa terhubung dengan client tetapi jika ingin mengakses FTP Server, client harus memiliki izin dari server.

Ya mungkin itu saja penjelasan dari saya yang mungkin masih banyak kekurangannya dan saya minta maaf atas kekurangan itu. Sekian dan terima kasih >.<

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai